Agen Nasa

Agen Nasa
KAMI ADALAH AGEN RESMI DISTRIBUTOR RESMI PRODUK NASA KAMI MENYEDIAKAN SEMUA JENIS PRODUK NASA NATURAL NUSANTARA KAMI JUGA MENERIMA PENDAFTARAN AGEN RESMI NASA WA/CALL 085338803113

Broun

Tanaman Kelapa sawit merupakan tanaman yang memiliki batas toleransi yang memiliki rentang toleransi yang sangat lebar. Tanaman kelapa sawit dapat tumbuh dan berkembang baik pada kondisi pH yang asam hingga pH yang basa, walaupun secara optimal tanaman kelapa sawit tumbuh dan berproduksi secara optimal pada  pada pH 5,5 hingga pH 6,5. Tanaman kelapa sawit . Berbicara tentang pertumbuhan dan produktifitas kelapa sawit  tidak akan lepas dengan prinsip keseimbangan unsur hara. Pada umumnya jika terjadi ketidakseimbangan unsur hara pada berbagai jenis tanaman akan menimbulkan berbagai macam gejala. Pada tanaman kelapa sawit, gejala ketidakseimbangan unsur hara akan terlihat mulai dari warna daun, bentuk helaian daun maupun bentuk batang. Adapun mengenai istilah Leaf Brown, yang menjadi inti pembahasan dalam tulisan ini  ditandai dengan secara merata pelepah tertua mulai dari pelepah paling bawah hinggga pelepah kedua maupun pelepah ketiga, bagian permukaan daun berwarna coklat kemerah-merahan, namun warna coklat hanya pada bagian epidermis helaian daun bagian atas saja dan tidak sampai pada bagian bawah daun saja.Leaf brown atau orang menyebutnya karat daun yang disebab kan oleh  alga hijau atau dikenal dengan nama  Cephaleuros virescens. Fokus perhatian para praktisi perkebunan terhadap gangguan hama dan penyakit pada tanaman kelapa sawit dewasa ini cenderung meningkat seiring dengan semakin berkembangnya pertumbuhan industri pendukung pada perkebunan kelapa sawit. Munculnya penyakit Busuk  pangkal batang Ganoderma pada perkebunan kelapa sawit yang sukar dikendalikan menambah kekhawatiran  para praktisi perkebunan kelapa sawit sehingga saat di temukan munculnya penyakit baru seperti karat daun “leaf Brown”  dan sifat penyebarannya meluas hingga diseluruh wilayah Indonesia yang memiliki perkebunan kelapa sawit menambah kekhawatiran yang pada akhirnya memunculkan berbagai macam dugaan terhadap penurunan produksi disebabkan salah satunya karena muncul penyakit karat daun.

Area penyebaran Leaf Brown
Penyebaran penyakit karat daun terutama di negara Indonesia dan negara Malaysia yang merupakan dua negara terbesar yang memiliki perkebunan kelapa sawit. Di Indonesia, penyakit karat daun  pada tanaman kelapa sawit terutama di wilayah Sumatera, khususnya di wilayah Jambi dan Sumatera Barat. Selain itu, jauh hari sebelumnya yaitu pada tahun 1998 telah dilaporkan adanya serangan karat daun yang cukup serius di kebun PIR Prafi, Manokwari, Papua. PT Perkebunan Nusantara II, meliputi areal seluas 4.055 Ha, terdiri atas serangan berat 554 ha, sedang 1.697 ha dan ringan 1.804 ha. Bahkan pada saat bulan Januari hingga bulan Februari 2018  penulis melakukan kunjungan ke beberapa wilayah perkebunan kelapa sawit mulai dari Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan daerah Jambi dan Muara Bungo serta di wilayah Dhamasraya ,Sumatera Barat penyebaran penyakit karat daun pada tanaman kelapa sawit sudah semakin meluas. Berdasarkan informasi dan realitas seperti yang dikemukakan diatas maka diperlukan penelitian yang lebih mendasar tentang bioekologi serta kerugian yang ditimbulkan serta teknik pengendalian terhadap penyakit karat daun di tanaman kelapa sawit.
“Dampak Leaf Brown”
Penyakit Karat Daun “Leaf Brown” pada tanaman kelapa sawit yang disebakan oleh Cephaleuros virescensdewasa ini sering dianggap sebagai salah satu penyakit di perkebunan kelapa sawit yang diduga berdampak terhadap penurunan produksi kelapa sawit secara tidak langsung, walaupun belum ada sebelumnya penelitian yang membuktikan dan mendukung dugaan tersebut. Namun sebaliknya penelitian yang telah dilakukan oleh salah satu lembaga penelitian yang menitikberatkan pada penilitian khususnya di tanaman kelapa sawit membuktikan bahwa pengaruh penyakit karat daun pada tanaman kelapa sawit tidak ada korelasi positif baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap penurunan produksi. Dampak negatif akibat karat daun pada tanaman kelapa sawit sangat kecil sebab  karat daun hanya menyerang daun tua yang kontribusinya pada proses fotosintesis kecil. C. Virescens hanya hidup di bagian permukaan atas daun dan penutupnnya tidak seratus persen padahal sebagaian besar stomata permukaan bawah daun, dan tingkat parasitasi rendah yaitu hanya sedikit yang merusak di jaringan epidermis daun dan tidak menembus ke bagian daun yang lebih dalam. Selain itu, pelepah daun tua tersebut secara periodik akan dipotong pada waktu kegiatan panen atau pada saat kegiatan penunasan pelepah dilakukan. Kondisi iklim di negara Indonesia pada umumnya sangat cocok untuk pertumbuhan dan perkembangan Cephaleuros virescens  dan penyakit karat daun lebih banyak terlihat di tanaman  yang lokasinya dekat dengan jalan lintas serta pada tanah yang memiliki tipe tanah termasuk lempung.
“Penanggulangan Leaf Brown”
Perkembangan ganggang Cephaleuros virescens  terutama dipengaruhi oleh kelembaban udara. Semakin rendah kelembaban udara maka kepadatan populasi ganggang tersebut juga semakin rendah begitupula sebaliknya jika kelembaban udaranya tinggi maka  perekembangan populasi ganggang tersebut juga semakin tinggi. Pada awalnya sebagian kalangan praktisi dan peneliti di perkebunan kelapa sawit menyakini bahwa karat daun hanya menyerang tanaman yang lemah akibat adanya faktor lingkungan yang tidak sesuai atau karena kekurangan unsur hara, namun pada perkembangannya ternyata penyakit karat daun juga menyerang tanaman kelapa sawit yang tumbuh subur. Hasil penelitian yang dilakukan oleh George dkk, menunjukan bahwa karat daun pada tanaman kelapa sawit dapat dikendalikan dengan fungisida yang berbahan aktif mengandung logam dan yang berbahan aktif klorotalonil. Selain pengendalian secara kimia dilakukan maka pengendalian secara bioekologi juga bisa dilakukan dengan cara merekayasa kondisi lingkungan sekitar menjadi lingkungan yang tidak disukai ganggang  Cephaleuros virescens, menjaga kelembaban udara selalu rendah dan disiplin untuk selalu melakukan kegiatan prunning (penunasan tepat waktu) sehingga mengurangi kelembaban udara.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Broun"

Posting Komentar